Tentang Menerima

| 3 Feb 2016 | |
Dalam beberapa keadaan perkara menerima memang sepertinya mudah, tinggal terima saja lantas apa susahnya. Bukankah menerima semudah membuka telapak tangan saja. Memang. Surat ini juga sama mudahnya seperti itu.  


Tapi yang perlu dipahami menerima adalah bentuk tertinggi dari keikhlasan. Dan menerima juga membutuhkan sebuah proses, panjang ataupun pendek tergantung apa jenis penerimaan itu.

Menerima

Jika penyebab hatinya berdebar bukan karena kamu.

Menerima

Sekiranya ia wara-wiri disekitar kamu, tapi sudah dengan orang baru, bukan lagi dengan kamu.

Menerima

Karena ada seseorang yang selalu ia sebut namanya di dalam doa, tapi bukan kamu.

Menerima

Jika apa yang kamu ingin tak bisa kamu dapatkan.

Menerima

Apa yang kamu rencanakan, tak selalu berakhir dengan lancar dan sesuai dengan rencana kamu.

Menerima

Kalau-kalau pilihan bukan lagi tentang a/b/c/d tapi sudah menjadi abc/bda/cdb.


Tapi tetap menerima adalah hal yang mudah, karena kita percaya…


“Apa-apa yang disiapkan Tuhan sudah pasti lebih baik dari yang paling kita ingin sekalipun.”




Menerima, tuan dan nona :)

#30HariMenulisSuratCinta
 
 
 
 
edit

Hari Hujan

| 2 Feb 2016 | |
hai hujan
akhir-akhir ini kau mengunjungi kami lebih sering..
tetes-tetesmu membasahi debu, daun, menimbulkan aroma yang sebagian orang rindu dan sebagian lainnya beranjak tak suka.. tak apa

apa?
kamu bertanya padaku, apa aku suka pada aromamu ?
kau bercanda!
tentu aku suka.

untuk itulah aku selaku salah satu  penggemarmu menulis surat ini supaya kau tak kapok mengunjungi kami,
airmu adalah penghidupan bagi kami, simbol dari berkah yang diberikan oleh Tuhan
airmu yang mengisi kosong lubang dijalan menimbulkan genangan, memantulkan bayangan, keadaan atau bahkan orang yang ah. sudahlah tak perlu dibahas karena kau pameran utama dalam surat ini hujan.

Dan kau harus percaya wahai hujan, ketika kamu jatuh masih ada orang yang merindukanmu,
merindukan rintik-rintikmu,
merindukan bunyi pantulan airmu yang mengenai tanah, genting, seng, atau apapun yang mempunyai simphoni sendiri di telingaku


Tertanda,
aku yang selalu teringat hari hujan :)

 #30HariMenulisSuratCinta

edit
Postingan Lebih Baru Postingan Lama

forever Learners

Apriliani Widiastuti . Diberdayakan oleh Blogger.
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content aprilwidi.as