Hari Hujan

| 2 Feb 2016 | |
hai hujan
akhir-akhir ini kau mengunjungi kami lebih sering..
tetes-tetesmu membasahi debu, daun, menimbulkan aroma yang sebagian orang rindu dan sebagian lainnya beranjak tak suka.. tak apa

apa?
kamu bertanya padaku, apa aku suka pada aromamu ?
kau bercanda!
tentu aku suka.

untuk itulah aku selaku salah satu  penggemarmu menulis surat ini supaya kau tak kapok mengunjungi kami,
airmu adalah penghidupan bagi kami, simbol dari berkah yang diberikan oleh Tuhan
airmu yang mengisi kosong lubang dijalan menimbulkan genangan, memantulkan bayangan, keadaan atau bahkan orang yang ah. sudahlah tak perlu dibahas karena kau pameran utama dalam surat ini hujan.

Dan kau harus percaya wahai hujan, ketika kamu jatuh masih ada orang yang merindukanmu,
merindukan rintik-rintikmu,
merindukan bunyi pantulan airmu yang mengenai tanah, genting, seng, atau apapun yang mempunyai simphoni sendiri di telingaku


Tertanda,
aku yang selalu teringat hari hujan :)

 #30HariMenulisSuratCinta

edit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama

forever Learners

Apriliani Widiastuti . Diberdayakan oleh Blogger.
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content aprilwidi.as