Tentang Menerima
|
3 Feb 2016
|
#30HariMenulisSuratCinta
|
Dalam beberapa keadaan perkara menerima memang sepertinya
mudah, tinggal terima saja lantas apa susahnya. Bukankah menerima semudah
membuka telapak tangan saja. Memang. Surat ini juga sama mudahnya seperti itu.
edit
Tapi yang perlu dipahami menerima adalah bentuk tertinggi
dari keikhlasan. Dan menerima juga membutuhkan sebuah proses, panjang ataupun
pendek tergantung apa jenis penerimaan itu.
Menerima
Jika penyebab hatinya
berdebar bukan karena kamu.
Menerima
Sekiranya ia wara-wiri disekitar kamu, tapi sudah dengan
orang baru, bukan lagi dengan kamu.
Menerima
Karena ada seseorang yang selalu ia sebut namanya di dalam
doa, tapi bukan kamu.
Menerima
Jika apa yang kamu ingin tak bisa kamu dapatkan.
Menerima
Apa yang kamu rencanakan, tak selalu berakhir dengan lancar
dan sesuai dengan rencana kamu.
Menerima
Kalau-kalau pilihan bukan lagi tentang a/b/c/d tapi sudah
menjadi abc/bda/cdb.
Tapi tetap menerima adalah hal yang mudah, karena kita
percaya…
“Apa-apa yang disiapkan Tuhan sudah pasti lebih baik dari yang paling kita ingin sekalipun.”
Menerima, tuan dan nona :)
#30HariMenulisSuratCinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar